Sunday, February 22, 2009

Lapang Dada.,


LAPANG DADA
"Bukankah kami telah melapangkan untukmu dadamu (Muhammad), dan kami telah pun menurunkan bebanmu darimu, yang memberatkan punggungmu? DanKami tinggikan sebutan (nama)mu bagimu. Maka, sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.Maka apabila engkau telah selesai (dari sesuatu urusan),tetaplah bekerja keras(untuk urusan yang lain), dan hanya kepada Tuhanmu engkau berharap."
(Al-Insyirah 94 : 1-8)
Wahyu ini turun ketika Rasulullah SAW menghadapi masa paling getir dalam hidupnya. Ketika itu baginda kehilangan isteri dan bapa saudaranya serta menghadapi permusuhan dari kaum Quraisy. Dengan rahmat dan kasih sayang-Nya, Allah SWT menghibur dan melapangkan dada baginda dengan turunnya rangkaian ayat itu. Orang-orang yang dilapangkan hatinya oleh Allah SWT adalah orang yang tidak terlalu cinta dunia, tapi cinta kepada kehidupan abadi di akhirat kelak. Ia hanya berfikir untuk menyiapkan diri menghadapi kematian, sehingga meraih husnul khatimah (pengakhiran yang baik).
Jadi, ketika merasa berat dan susah menghadapi cobaan hidup, tanyakan hati, apakah karena terlalu cinta dunia? Adakah fokus hidup dan perhatian hanya tertumpu untuk dunia sehingga tidak ada tempat (hanya sedikit) bagi Allah SWT? Kata `usry bermaksud kesulitan yang ditanggung begitu berat. Tapi kesulitan itu menjadi ringan jika selalu diapit kelapangan dan kemudahan. Kehangatan hanya dapat aku nikmati jika aku pernah kedinginan. Cahayahanya boleh menyinari jika aku pernah berada dalam kegelapan. Jika Engkau tidak pernah memberikan aku kedinginan, kegelapan dan kesedihan, mungkin akan selalu mengabaikan semua nikmat yang Engkau berikan kepada kami. Mungkin kami menjadi manusia yang kufur nikmat. Dan tanpa kami sadari, kami berjalan jauh dari-MU.
Ya Allah, jangan biarkan kenikmatan melalaikan kami daripada mengingati-Mu, karena tiada tujuan kami selain untuk bertemu dengan-Mu. Ketika menghadapi kesempitan hidup, mengembalikan semua kepada Allah, kemudahan akan segera datang. Hujan tidak selama-lamanya turun karena ada saatnya berhenti juga. Badai pun pasti berlalu. Hidup adalah perjuangan dan tiada perjuangan yang mudah dan dapat diselesaikan dengan jalan singkat. Setiap perjuangan memerlukan pengorbanan.
"Siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan menunjukkankepadanya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tiadadisangka-sangkanya dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah,niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. Sesungguhnya Allahmelaksanakan urusan (yang dikehendaki) Nya. Sesungguhnya Allah telahmengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu."
(At-Thalaaq : 2-3)
Moga selepas ini kita akan terus berusaha untuk menjadi seorang muslim yang KUAT!!!.
Strive to be a MUSLIM professional., =)
Aizat Zainudin,
1128,22 Februari09,
‘Sampaikan walau satu ayat’
>>>aizatzainudin103.blogspot.com<<<

Wednesday, February 18, 2009

Kuatlah sahabatku.,


Salamun 'alaikum.,
(selamat sejahtera atas dirimu)

Sabda Rasulullah s.a.w. :

"Keadaan orang Mukmin itu sangat menakjubkan, kerana segala urusan yang menimpanya dianggap baik. Tetapi keadaan ini hanya berlaku kepada orang yang beriman. Iaitu, apabila mendapat kesenangan, dia bersyukur kerana itu lebih baik baginya. Dan apabila dilanda kesusahan dia bersabar, kerana itu lebih baik untuknya.,"

(Hadis Riwayat Muslim daripada Abu Yahya Syuhaib bin Sinan r.a.)



Lama benar tidak menulis di ruangan ini. Alhamdulillah, akhirnya diberi kesempatan juga oleh-Nya untuk melepaskan hajat di dada. Sewaktu ini, masing-masing (terutama student batch 3rd year) memang tgh sibuk revise segala mcm nota. Maklumlah, exam dah tak lama dah.

Sekadar peringatan buat diri sendiri dan sahabat2 semua, moga kita tidak terlalai dari mencari redha-Nya disamping kita berlumba-lumba mengejar duniawi. Kejar, kejar jugak. Tapi, biar seimbang. Kalau untuk dunia yang fana (sementara) ini kita sanggup bertungkus-lumus, berpenat lelah, apatah lagi untuk dunia akhirat yang kekal abadi nanti. Ya tak? InsyaAllah, hidup lebih bermakna kalau kedua-duanya seimbang. Samalah macam kalau kita pelihara 2 ekor ikan. Takkan kita nak pilih kasih pula kan, sebab kita tahu kedua-duanya bermakna untuk kita. Kedua-duanya ada hak untuk diberi makan, hak untuk diberi perhatian, hak untuk dimanja (mcm mane nk manje2 ngan ikan ye? musykil2). Kalau lah ikan2 tue boleh berkata2, mesti tue salah satu dari apa yang dia akan tuntut dengan kita. Samalah halnya jika kita aplikasikan dengan kehidupan duniawi dan ukhrawi kita. Kita perlu bersikap adil dan bijaksana dalam memenuhi tuntutan keduanya, agar kita selamat bukan sahaja di dunia, tetapi juga di hari akhirat kelak. InsyaAllah.

Dan kalau kita dapat lihat, setiap yang hidup di muka bumi ini, tak kira yang senang ke, yang susah ke, yang sihat ataupun yang sakit, setiap daripada kita takkan terlepas dari ujian-Nya. Kita sering tertanya2, kenapa kita ini diuji. Agak2 nya kenapa ya? (sapa tau, angkat tgn. saya2). Emm... Allah pernah berfirman yang maksudnya lebih kurang "Tidak beriman lagi seseorang itu selagi belum diuji oleh Allah" (maaf, ana tak ingat ayat mane). Faham kan? Kita nak jadi org beriman kan? Jadi kita perlulah diuji terlebih dahulu. Senang kan konsep nya.

Kenapa Allah menguji hamba2-Nya? Salah satu sebabnya (selain menguji tahap keimanan hamba-Nya) ialah ianya menjadi cara bagaimana Allah yang Maha Rahim (Maha Penyayang) ini menunjukkan kasih sayang-Nya. Seringkali orang menganggap ujian Allah hanya dalam bentuk kesusahan semata-mata. Tetapi, jangan lupa kemudahan dan kesenangan itu juga satu bentuk ujian dari-Nya. Allah nak lihat bagaimana reaksi hamba2-Nya, tidak kiralah di dalam kesusahan mahupun kesenangan, adakah mereka semakin dekat ataupun semakin jauh dari-Nya (moga2 kita tidak termasuk dalam golongan yang ini).,

Jadi, macam hadis yang di atas tadi, sabda Rasulullah s.a.w. :
"Keadaan orang Mukmin itu sangat menakjubkan, kerana segala urusan yang menimpanya dianggap baik. Tetapi keadaan ini hanya berlaku kepada orang yang beriman. Iaitu, apabila mendapat kesenangan, dia bersyukur kerana itu lebih baik baginya. Dan apabila dilanda kesusahan dia bersabar, kerana itu lebih baik untuknya.,"
(HR Muslim daripada Abu Yahya Syuhaib bin Sinan r.a.)


Sebagai seorang Muslim, sebaiknya dan seharusnya kita digalakkan bersyukur di atas rahmat-Nya dan bersabar andai menerima musibah dari-Nya. InsyaAllah, itu lebih baik bagi kita, di dalam jalan menuju menjadi seorang Mukmin yang lebih bertakwa. Rasulullah sendiri mempraktikkannya dalam kehidupannya. Buat pengetahuan sahabat semua, doa yang selalu dibaca baginda ketika ditimpa musibah begitu indah sekali. Setiap kali masalah tiba, Rasulullah akan berdoa pada-Nya yang Maha Esa, "Segala puji bagi Allah atas segala sesuatu". Betapa hebatnya dan mulianya Nabi kita kan? (ana uhibbuka Muhammad-saya sayang Muhammad).

Justeru, andai musibah datang menimpa kita, ana seru agar kita semua tidak putus berharap & berdoa pada-Nya. Kadangkala, puas sudah kita berdoa, tapi tak juga diperkenan hajat kita. Kita kena ingat, "Hanya kepada Engkau kami menyembah dan kepada Engkaulah kami mohon pertolongan- AlFatihah:5" . Kalau benar kita mahu sesuatu dari kurniaan-Nya yang Maha Hebat, kita tidak akan berputus asa dalam sesuatu ataupun (dalam konteks ini, berdoa). Allah sangat suka bilamana seorang hamba-Nya merintih dan berdoa kepada-Nya.

Allah sendiri berfirman kepada Jibril "Wahai Jibril, janganlah setiap doa hamba-Ku kau bawa terus kepada-Ku. Sesungguhnya, Aku sangat suka mereka berdoa kepada-Ku".
Jadi, berterus2-terusanlah memohon pada-Nya. InsyaAllah, mudah2an diperkenankan. Dan andaikata apa yang dihajatkan tidak kesampaian, ingatlah bahawa Allah senantiasa mempunyai rancangan untukmu kelak. Bukan Dia tidak mahu menyenangkan hatimu, tetapi Dia lebih tahu apa yang lebih baik bagi diri kita.,



'All da best untuk semua. Strive to be a MUSLIM professional!!!'

Aizat Zainudin,
2.59AM 18 Feb 09,
'Sampaikanlah walau satu ayat'.,

Saturday, May 24, 2008

Bila Aku Jatuh Cinta.,


Bila Aku Jatuh Cinta

Allahu Rabbi,
Aku minta izin,
Bila suatu saat aku jatuh cinta,
Jangan biarkan cinta untuk-Mu berkurang,
Hingga membuat lalai akan adanya Engkau.

Allahu Rabbi,
Aku punya pinta,
Bila suatu saat aku jatuh cinta,
Penuhilah hatiku dengan bilangan cinta-Mu yang tak terbatas,
Biar rasaku pada-Mu tetap utuh.

Allahu Rabbi,
Izinkanlah bila suatu saat aku jatuh cinta,
Pilihkan untukku seseorang yang hatinya penuh dengan kasih-Mu,
Dan membuatku semakin mengagumi-Mu.
Allahu Rabbi,
Bila suatu saat aku jatuh hati,
Pertemukanlah kami,
Berilah kami kesempatan untuk lebih mendekati cinta-Mu.

Allahu Rabbi,
Pintaku terakhir,
Seandainya kujatuh hati,
Jangan pernah Kau palingkan wajah-Mu dariku,
Anugerahkanlah aku cinta-Mu,
Cinta yang tak pernah pupus oleh waktu.

Amin!!!।,




Indahnya Pahala Menahan Amarah

"Siapa yang menahan marah, padahal ia dapat memuaskan pelampiasannya, maka kelak pada hari kiamat, Allah akan memanggilnya di depan sekalian makhluk. Kemudian, disuruhnya memilih bidadari sekehendaknya." (HR. Abu Dawud - At-Tirmidzi)
Tingkat keteguhan seseorang dalam menghadapi kesulitan hidup memang berbeda-beda. Ada yang mampu menghadapi persoalan yang sedemikian sulit dengan perasaan tenang. Namun, ada pula orang yang menghadapi persoalan kecil saja ditanggapinya dengan begitu berat. Semuanya bergantung pada kekuatan ma'nawiyah (keimananan) seseorang.
Pada dasarnya, tabiat manusia yang beragam: keras dan tenang, cepat dan lambat, bersih dan kotor, berhubungan erat dengan keteguhan dan kesabarannya saat berinteraksi dengan orang lain. Orang yang memiliki keteguhan iman akan menyelurusi lorong-lorong hati orang lain dengan respon pemaaf, tenang,dan lapang dada.
Adakalanya, kita bisa merasa begitu marah dengan seseorang yang menghina diri kita. Kemarahan kita begitu memuncak seolah jiwa kita terlempar dari kesadaran. Kita begitu merasa tidak mampu menerima penghinaan itu. Kecuali, dengan marah atau bahkan dengan cara menumpahkan darah. Na'udzubillah .
Menurut riwayat, ada seorang Badwi datang menghadap Nabi saw. Dengan maksud ingin meminta sesuatu pada beliau. Beliau memberinya, lalu bersabda, "Aku berbuat baik padamu." Badwi itu berkata, "Pemberianmu tidak bagus." Para sahabat merasa tersinggung, lalu ngerumuninya dengan kemarahan. Namun, Nabi memberi isyarat agar mereka bersabar.
Kemudian, Nabi saw. pulang ke rumah. Nabi kembali dengan membawa Barang tambahan untuk diberikan ke Badwi. Nabi bersabda pada Badwi itu, "Aku berbuat baik padamu?" Badwi itu berkata, "Ya, semoga Allah membalas kebaikan Tuan, keluarga dan kerabat."
Keesokan harinya, Rasulullah saw. bersabda kepada para sahabat, "Nah,kalau pada waktu Badwi itu berkata yang sekasar engkau dengar, kemudian engkau tidak bersabar lalu membunuhnya. Maka, ia pasti masuk neraka. Namun, karena saya bina dengan baik, maka ia selamat."? Beberapa hari setelah itu, si Badwi mau diperintah untuk melaksanakan tugas penting yang berat sekalipun. Dia juga turut dalam medan jihad dan melaksanakan tugasnya dengan taat dan ridha.
Rasulullah saw memberikan contoh kepada kita tentang berlapang dada. Ia tidak panik menghadapi kekasaran seorang Badwi yang memang demikianlah karakternya. Kalau pun saat itu, dilakukan hukuman terhadap si Badwi, tentu hal itu bukan kezhaliman. Namun, Rasulullah? saw. tidak berbuat demikian.
Beliau tetap sabar menghadapinya dan memberikan sikap yang ramah dan Lemah lembut. Pada saat itulah, beliau saw. ingin menunjukkan pada kita bahwa kesabaran dan lapang dada lebih tinggi nilainya daripada harta benda apa pun. Harta, saat itu, ibarat sampah yang bertumpuk yang? dipakai untuk suguhan unta yang ngamuk. Tentu saja,unta yang telah mendapatkan kebutuhannya akan dengan mudah dapat dijinakkan dan bisa digunakan? untuk menempuh perjalan jauh.
Adakalanya, Rasulullah saw. juga marah. Namun, marahnya tidak melampaui batas kemuliaan. Itu pun ia lakukan bukan karena masalah pribadi melainkan karena kehormatan agama Allah. Rasulullah saw. bersabda, "Memaki-maki orang muslim adalah fasik (dosa),dan memeranginya adalah kufur (keluar dari Islam)." (HR.Bukhari)? Sabdanya pula, "Bukanlah seorang mukmin yang suka mencela, pengutuk, kata-katanya keji dan kotor." (HR. Turmudzi)
Seorang yang mampu mengendalikan nafsu ketika marahnya berontak, dan mampu menahan diri di kala mendapat ejekan, maka orang seperti inilah yang diharapkan menghasilkan kebaikan dan kebajikan bagi dirinya maupun masyarakatnya.
Seorang Hakim yang tidak mampu menahan marahnya, tidak akan mampu memutuskan perkara dengan adil. Dan, seorang pemimpin yang mudah tersulut nafsu marahnya, tidak akan mampu memberikan jalan keluar bagi rakyatnya. Justru, ia akan senantiasa memunculkan permusuhan di masyarakatnya. Begitu pun pasangan suami-isteri yang tidak memiliki ketenangan jiwa. Ia tidak akan mampu melayarkan laju bahtera hidupnya. Karena, masing-masing tidak mampu memejamkan mata atas kesalahan kecil pasangannya.
Bagi orang yang imannya telah tumbuh dengan suburnya dalam dadanya. Maka, tumbuh pula sifat-sifat jiwa besarnya. Subur pula rasa kesadarannya dan kemurahan hatinya. Kesabarannya pun bertambah besar dalam menghadapi sesuatu masalah. Tidak mudah memarahi seseorang yang? bersalah dengan begitu saja, sekalipun telah menjadi haknya.
Orang yang demikian, akan mampu menguasai dirinya, menahan amarahnya, mengekang lidahnya dari pembicaraan yang tidak patut. Wajib baginya,melatih diri dengan cara membersihkan dirinya dari penyakit-penyakit hati.Seperti, ujub dan takabur, riya, sum'ah, dusta, pengadu domba dan lain sebagainya.
Dan menyertainya dengan amalan-amalan ibadah dan ketaatan kepada Allah, demi meningkatkan derajat yang tinggi di sisi Allah swt.? Dari Abdullah bin Shamit, Rasulullah saw. bersabda, "Apakah tiada lebih baik saya Beritahukan tentang sesuatu yang dengannya Allah meninggikan gedung-gedung dan mengangkat derajat seseorang?" Para sahabat menjawab, "Baik, ya Rasulullah." Rasulullah saw bersabda, "Berlapang dadalah kamu terhadap orang yang membodohi kamu. Engkau suka memberi maaf kepada orang yang telah menganiaya kamu. Engkau suka memberi kepada orang yang tidak pernah memberikan sesuatu kepadamu. Dan, engkau mau bersilaturahim kepada orang yang telah memutuskan hubungan dengan engkau." (HR. Thabrani)
Sabdanya pula, "Bahwasanya seorang hamba apabila mengutuk kepada sesuatu, naiklah kutukan itu ke langit. Lalu, dikunci pintu langit-langit itu buatnya. Kemudian, turunlah kutukan itu ke bumi, lalu dikunci pula pintu-pintu bumi itu baginya. Kemudian, berkeliaranlah ia kekanan dan kekiri. Maka, apabila tidak mendapat tempat baru, ia pergi kepada yang dilaknat. Bila layak dilaknat (artinya kalau benar ia? berhak mendapat laknat), tetapi apabila tidak layak, maka kembali kepada orang yang mengutuk (kembali ke alamat si pengutuk)." (HR. Abu Dawud)

~ Dudung।net~

Friday, May 23, 2008

1st Auto.,


Assalamua'laikum.,

Untuk kali ini sebenarnya tidak ada apa-apa sangat. Cuma rase seronok sangat lepas 1st time dapat bawak kereta auto. Kereta tu tak lain tak bukan kereta Myvi hitam YB Alif Yunus kite.Ini kali keempat aku bawa kereta.Sebelum nie tiga-tiga kereta manual. Memang susah sikit, tapi ok jugak la. Bawak kereta auto? Rupa-rupanya lagi la senang, sebab xperlu control clutch. Memang seronok la, rase nak ja bawa lagi. InsyaAllah, kalo ade rezeki lagi.Hehe. Ok, nak sambung makan sebab lepas tu nak study plak.Nk xm kn. Moga dipermudahkan Allah., (^-^)
Related Posts with Thumbnails