Thursday, July 21, 2011
Sunday, May 8, 2011
Kuat dan Tabahlah!!!
"Cukuplah Allah bagi kami, dan Dia sebaik-baik Pelindung"
"Berjalanlah dengan penuh harapan,
Walau hidup ini tidak selalu bahagia,
Sedekahkanlah satu senyuman,
Walau dihatimu tidak mampu lagi bertahan,
Belajarlah untuk memaafkan,
Walau dirimu sentiasa terluka dan dilukai,
Berhentilah dari memberi alasan,
Walau dalam ingin menyatakan kebenaran,
Hiduplah di dalam iman,
Walau hari dipenuhi dengan bermacam dugaan,
Teruslah berpegang dan percaya pada Allah,
Walau Dia tidak kelihatan,
Dan yakinlah wahai diri,
Dihadapanmu menunggu sebuah KEBAHAGIAAN."
>> Laa Takhouf, wa laa tahzan, innallahama'ana <<
~ Janganlah takut, dan jangan bersedih hati, sesungguhnya Allah bersama dengan kita ~
Saturday, April 23, 2011
All The Best Untuk Semua !!!
Saturday, April 16, 2011
All The Best Sahabat!!!.,
ALL THE BEST saya ucapkan buat semua, moga kita semuanya, tanpa terkecuali seorang pun, akan pass Profesional 3 exam ini, dan dapat menjadi seorang doktor yang baik in the future. Study hard, and pray even harder. Make use every single second yang tinggal before our Pro.
For the moment, put aside your problems, your stress, and be more focus for our exam. Just hold on, and keep moving forward. Do your best then, God will take care of the rest. Best of luck from me, hope our friendship will stay forever. With God blessings.,
Sunday, April 3, 2011
Saturday, March 19, 2011
Duhai Sahabat.,
“Aku mencintai sahabatku dengan segenap jiwaku. Sahabat yang baik adalah seiring denganku dan menjaga nama baikku ketika aku hidup dan setelah aku mati. Kuhulurkan tanganku kepada sahabatku untuk berkenalan kerana aku merasa senang. Semakin ramai sahabat, semakin aku percaya diri. Aku selalu berharap mendapat sahabat yang tidak luntur baiknya dalam suka dan duka. Jika aku dapat, aku ingin setia kepadanya.”
(Imam Shafie)
Saturday, March 12, 2011
La Tahzan, Innallaha Ma'ana!
"Ya Allah, perbaikilah agamaku yang merupakan penentu (kebaikan) semua urusanku, dan perbaikilah (urusan) duniaku yang merupakan tempat hidupku,
Tuesday, March 1, 2011
Persoalan? Menjawab? Dijawab? Terjawab? ver. 2.,
1 mac 2011,
>>Sampaikan Walau Satu Ayat<<
~Jom Sempurnakan Penutupan Aurat Kita~
Thursday, February 24, 2011
Istiqamah Dalam Cinta.,
“Ya Rasulullah, bagaimana pendapatmu mengenai seorang yang mencintai suatu kaum, sedangkan dia belum pernah bertemu dengan kaum itu?” Rasulullah SAW menjawab, “Orang itu nanti akan bersama-sama dengan orang yang dicintainya itu.”
Wednesday, February 16, 2011
Hasbi Allah wa Ni'mal Wakeel.,
Amin, ya Rabbal 'alamin.,
Friday, February 11, 2011
Patutkah Aku Terus Berduka Selamanya?.,
Emm, patutkah aku berduka selamanya? Suatu persoalan yang saya lontarkan, barangkali menjadi tema entry saya kali ini. Pada yang mendengar, yang berfikir, tentu saja masing-masing punya pendapat yang tersendiri. Dan tentu saja, ada sebab, ada peristiwa, ada kenangan di sebalik setiap pendapat itu.
Kebetulan, ada sahabat yang meminta untuk saya mengulas sikit mengenai hal ini. Persoalan dari nya hampir lebih kurang sama, ditambah dengan sedikit harapan agar penulisan ini sedikit sebanyak dapat mengembalikan kepercayaan orang yang dah jatuh berkali-kali kepada manusia sekelilingnya untuk membantu Sebab kebiasaannya orang yang jatuh berkali-kali selalunya tidak dihiraukan. Hanya mampu berusaha sendiri dan berdoa,tawakkal. Itulah sedikit sebanyak harapan dari dirinya.
Siapa saja di dunia ini, dari para Nabi, para sahabat Baginda, tabi’ tabi’en, alim ulama, cendekiawan, para intelek, golongan pemerintah, rakyat biasa, orang berada, orang susah, orang berkeluarga besar, anak yatim-piatu, ibu, bapa, suami, isteri, anak, mentua, menantu, guru, pelajar, diri kita sendiri, dan yag lainnya, pasti pernah ditimpa musibah, diduga dengan ujian, dari Allah s.w.t.
Seperti kebiasaannya, kita hamba yang banyak kurangnya ini, di peringkat awalnya akan terbitlah banyak pergolakan perasaan. Rasa emosi yang terlebih, penolakan dalam penerimaan hakikat, rasa sedih, rasa terluka, kecik hati, terguris perasaan dan pelbagai lagi. Adakala, airmata gugur berderai tanpa henti, hati tidak berhenti mengadu, merintih, dan menyesal. Kehidupan jadi kurang aman, masa depan nampak kelam, diri sendiri pun jadi tidak tenteram.
Firman Allah s.w.t. yang mafhumnya berbunyi :
"Dan janganlah kamu bersikap lemah dan janganlah (pula) kamu bersedih hati padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi(darjatnya) jika kamu orang-orang yang beriman."
(Surah Ali Imran : ayat 139)
Walau diuji, sekali mahupun berkali-kali, simpan dalam fikiran bahawa itulah taqdir yang ditetapkan Allah buat kita. Walau sesusah, sepayah manapun untuk menerima, kena diingat itulah yang terbaik buat diri kita. Perencanaan Allah takkan sekali-kali silap, takkan sekali-kali akan menzalimi hambanya. Sedangkan kitalah yang sering menzalimi diri kita dengan tangan-tangan kita sendiri.
Hakikat perlu diterima, buat kebaikan diri kita dan yang lain. Apa jua bentuk ujian yang menimpa kita, dan sedalam mana kesannya pada diri kita, jangan jadikan ianya sebagai alasan terbantutnya usaha kita untuk maju di masa depan. Sebaliknya, ambillah iktibar, jadikanlah tauladan dari apa yang terjadi, moga ia menjadi penyuntik semangat untuk kita lebih kuat, lebih tabah untuk menghadapi hari-hari yang mendatang.
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.”
(Surah Ar-Ra’d : ayat 11)
Apapun jua, semuanya berbalik pada diri kita. Mahu berubah? Mahu mendapatkan yang terbaik? Semuanya harus bermula dengan diri kita sendiri. Azam perlu ditanam, iltizam perlu dipertingkat, do’a perlu dilazimi, istiqamah perlu seiring, dan akhirnya serahkan segalanya pada Dia yang Maha Kuasa. InshaAllah, Dia senantiasa bersama-sama mereka yang sabar, dan tekun dalam pekerjaannya. Bukanlah Allah timpakan kita dengan ujian untuk menghancurkan semangat kita, membuat kita putus asa, tapi semata-mata kerana itulah cara Dia mentarbiyah atau mengajar kita, supaya kita akan lebih tersedia, lebih sempurna untuk maju ke depan. Saat Allah menguji kita, ingatlah itu cara atau bukti Dia kasih akan kita.
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.”
(Surah Al Baqarah : ayat 186)
Akhir sekali, ALLAH senantiasa ada untuk kita.,
Persoalan? Menjawab? Dijawab? Terjawab?.,
1. Bulu kening
-Menurut Bukhari, “Rasullulah melaknat perempuan yang mencukur atau menipiskan bulu kening atau meminta supaya dicukurkan bulu kening.” Riwayat Abu Daud Fi Fathil Bari.
2. Kaki (tumit kaki)
-”Dan janganlah mereka (perempuan) membentakkan kaki (atau mengangkatnya) agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan.” (An-Nur: 31)
Keterangan: Menampakkan kaki dan menghayunkan/melenggokkan badan mengikut hentakan kaki.
3. Wangian
-”Siapa sahaja wanita yang memakai wangi-wangian kemudian melewati suatu kaum supaya mereka itu mencium baunya, maka wanita itu telah dianggap melakukan zina dan tiap-tiap mata ada zina.” (Riwayat Nasaii, Ibn Khuzaimah dan Hibban).
4. Dada
-”Hendaklah mereka (perempuan) melabuhkan kain tudung hingga menutupi dada-dada mereka. ” (An-Nur : 31)
5. Gigi
-’Rasullulah melaknat perempuan yang mengikir gigi atau meminta supaya dikikirkan giginya.’ (Riwayat At-Thabrani)
-”Dilaknat perempuan yang menjarangkan giginya supaya menjadi cantik, yang mengubah ciptaan Allah”(Riwayat Bukhari dan Muslim).
6. Muka dan Tangan
-Asma Binti Abu Bakar telah menemui Rasullulah dengan memakai pakaian yang tipis. Sabda Rasullulah: ‘Wahai Asma! Sesungguhnya seorang gadis yang telah berhaid tidak boleh baginya menzahirkan anggota badan kecuali pergelangan tangan dan wajah saja.” (Riwayat Muslim dan Bukhari).
7. Tangan
-”Sesungguhnya kepala yang ditusuk dengan besi itu lebih baik daripada menyentuh kaum yang bukan sejenis yang tidak halal baginya”(Riwayat At Tabrani dan Baihaqi).
8. Mata
-”Dan katakanlah kepada perempuan mukmin hendaklah mereka menundukkan sebahagian dari pandangannya.” (An Nur : 31).
-Sabda Nabi SAW, “Jangan sampai pandangan yang satu mengikuti pandangan lainnya. Kamu hanya boleh pandangan yang pertama, pandangan seterusnya tidak dibenarkan.” (Riwayat Ahmad, Abu Daud dan Tirmidzi).
9. Mulut (suara)
-”Janganlah perempuan-perempuan itu terlalu lunak dalam berbicara sehingga berkeinginan orang yang ada perasaan serong dalam hatinya, tetapi ucapkanlah perkataan-perkataan yang baik.”( Al Ahzab: 32).
-Sabda Rasulullah saw, “Sesungguhnya akan ada umatku yang minum arak yang mereka namakan dengan yang lain, iaitu kepala mereka dilalaikan oleh bunyi-bunyian (muzik) dan penyanyi perempuan, maka Allah akan tenggelamkan mereka itu dalam bumi.” (Riwayat Ibn Majah).
10. Kemaluan
-”Dan katakanlah kepada perempuan-perempuan mukmin, hendaklah mereka menundukkan pandangan mereka dan menjaga kehormatan mereka. “(An Nur : 31).
-”Apabila seorang perempuan itu sembahyang lima waktu, puasa di bulan Ramadhan, menjaga kehormatannya dan mentaati suaminya, maka masuklah ia ke dalam syurga daripada pintu-pintu yang ia kehendakinya.” (Riwayat Al Bazzar).
-”Tiada seorang perempuan pun yang membuka pakaiannya bukan di rumah suaminya, melainkan dia telah membinasakan tabir antaranya dengan Allah.” (Riwayat Tirmidzi, Abu Daud dan Ibn Majah).
11. Pakaian
-”Barangsiapa memakai pakaian yang berlebih-lebihan, maka Allah akan memberikan pakaian kehinaan di hari akhirat nanti.” (Riwayat Ahmad, Abu Daud, An Nasaii dan Ibn Majah).
-”Sesungguhnya sebilangan ahli neraka ialah perempuan-perempuan yang berpakaian tapi telanjang yang condong pada maksiat dan menarik orang lain untuk melakukan maksiat. Mereka tidak akan masuk syurga dan tidak akan mencium baunya.” (Riwayat Bukhari dan Muslim). Keterangan: Wanita yang berpakaian tipis/jarang, ketat/ membentuk dan berbelah/membuka bahagian-bahagian tertentu.
-”Hai nabi-nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak perempuan mu dan isteri-isteri orang mukmin, hendaklah mereka memakai baju jilbab (baju labuh dan longgar) yang demikian itu supaya mereka mudah dikenali. Lantaran itu mereka tidak diganggu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Al Ahzab : 59).
12. Rambut
-”Wahai anakku Fatimah! Adapun perempuan-perempuan yang akan digantung rambutnya hingga mendidih otaknya dalam neraka adalah mereka itu di dunia tidak mahu menutup rambutnya daripada dilihat oleh lelaki yang bukan mahramnya.” (Riwayat Bukhari dan Muslim).
Tuesday, February 8, 2011
Cukuplah Dia Bagiku.,
Saturday, January 22, 2011
Mencari Penawar Duka, Pengubat Sengsara.,
Apabila insan terjatuh dalam ujian hidup; kesusahan, keperitan, kezaliman, keresahan, kesedihan dan segala rupa paras penderitaan, insan akan bertanya, apakah penawarnya? Di manakah jalan keluar dari segala kegelapan ini? Bagaimana mungkin dapat aku buang derita yang bersarang dalam jiwa dan peristiwa? Dapatkah aku keluar dari kemelut ini?
Sebahagian ujian itu, jika diukur dengan akal insani, seakan tiada lagi baginya jalan keluar. Warna kegelapan kadang-kala merangkumi segala penjuru, hanya Allah sahaja yang mampu mengeluarkan insan dari keadaan yang sedemikian. Kadang-kala pula insan terpaksa berhadapan dengan realiti yang amat pahit, tidak mampu ditolak oleh dirinya yang kerdil. Namun, insan yang beriman yakin bahawa Allah Yang Maha Berkuasa boleh menukar segala keadaan. Menggantikannya dengan lebih baik yang tidak disangka. Memindahkan duka kepada bahagia dalam pelbagai rupa dan warna.
Persoalannya, bagaimanakah caranya agar Allah Yang Agung melimpahkan rahmatNya lalu menurunkan pertolonganNya. Ya, memang insan disuruh berdoa dan merintih kepadaNya. Namun apakah caranya agar mustajab lalu Allah membawanya keluar dari daerah duka kepada daerah sejahtera atau bahagia? Apakah ungkapan yang meredhakan Tuhan al-Rahman yang menjadikanNya dengan pantas mendengar rintihan insan?
Insan perlu sedar, antara penghalang rahmat Tuhan kepadanya adalah dosa dan kesalahannya. Dan, setiap insan pula tidak terlepas dari salah dan dosa. Sehebat mana pun, sealim mana pun dia, insan tetap insan, terdedah kepada dosa. Jika tidak anggotanya, mungkin dosa jiwa atau hati nurani yang sombong dan bongkak, atau hasad atau sangka buruk dan pelbagai lagi. Percikan dosa sentiasa ada. Ia penghalang cahaya indah syahdu antara nurani insan mendampingi Allah untuk menjadi kekasihNya. Maka, doa sentiasa diganggu oleh dosa. Apakah penawar yang menerangi jalan agar doa itu sampai kepada insan dengan pantas dan mustajab?Jawapannya ialah taubat dan ‘istighfar’ iaitu kembalikan kepada Allah dan memohon ampun kepadaNya. Dengan jujur, dengan luhur, dengan kusyuk. Itulah penawar yang akan membuka kebahagian hidup. Itulah janjiNya: (maksudnya)
“Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhan kamu, kemudian bertaubat kepadaNya supaya Dia memberi kamu nikmat kesenangan hidup yang baik (di dunia)…” (Surah Hud: 3)
Janji Yang Pasti
Setiap kita pernah melalui duka dan sengsara. Kita mencuba perbagai ungkapan dan doa agar Allah mendengar rintihan kita. Ya, doa itu senjata. Namun, di sana ada satu pemohonan yang jika dibuat oleh insan dengan keikhlasan jiwa, pengharapan dari lubuk jantung hatinya maka Allah akan mendatang pelbagai kebaikan lain kepadanya. Dikeluarkan dari kesempitan hidup, diberi kurnia rezeki dan anak, kebahagiaan jiwa dan ditambah kekuatan dan pertolongan.
Inilah janjiNya dalam al-Quran. Bukan janji yang diadakan oleh sesetengah buku doa, atau bicara tokoh-tokoh agama yang kadang-kala mengada-adakan pelbagai doa ‘sendirian berhad’ mereka yang entah dari mana dikutipnya. Tidak! Ini adalah jaminan langsung dari Allah dalam kitabNya. Apakah pemohonan itu? Permohonan ialah doa agar Allah S.W.T mengampuni dosa. Apabila ia dilafazkan dengan ikhlas dan jujur. Sebanyak-banyaknya. Dengan kekerdilan diri, tunduk dan insaf, maka keajaiban pertolongan Allah pun akan datang dalam pelbagai rupa dan cara. Inilah janji dalam banyak ayat dalam al-Quran.
Firman Allah menceritakan nasihat Nabi Nuh a.s. kepada kaumnya: (maksudnya)
“Sehingga aku berkata (kepada mereka): “Pohonkanlah ampun kepada Tuhan kamu, Sesungguhnya Dia Maha Pengampun. (sekiranya kamu berbuat demikian) Dia akan menghantarkan langit yang mencurah-curah (hujan) kepada kamu. Dan Dia akan memberi kepada kamu banyaknya harta kekayaan serta anak-pinak; Dan Dia akan mengadakan bagi kamu kebun-kebun tanaman, serta mengadakan bagi kamu sungai-sungai” (Surah Nuh: 9-12).
Pelbagai Kurnia
Inilah janji Allah kepada yang berikan kepada sesiapa yang beristighfar dengan ikhlas. Atas lisan Nabi Nuh a.s. Allah berjanji untuk menurunkan hujan rahmatNya, dibanyak rezeki dan anak, diberikan harta yang berharga dan subur. Maka, yang beristighfar dengan penuh ikhlas sebanyaknya, akan menikmati peruntukan ini. Kekurangan hujan, harta, anak, kesuburan dan segalanya penawarnya ialah ‘istighfar’.
Dalam Miskat al-Masabih ketika membahaskan hadis istighfar, diriwayatkan seseorang datang kepada al-Imam Hasan al-Basri r.a mengadu tanahnya tidak subur, lalu jawab Hasan al-Basri: Beristighfarlah. Datang yang lain mengadu kemiskinan, jawab beliau: Beristighfarlah. Datang yang lain minta doa agar direzekikan seorang anak, jawab beliau: Beristighfarlah. Datang pula yang lain mengadu kebunnya kekeringan, jawab beliau: Beristighfarlah. Lalu ditanya Hasan al-Basri mengapa jawapannya semua sama bagi soalan yang berbeza. Katanya“Ini bukan pendapatku, inilah yang Nabi Nuh a.s sebut”–lalu beliau membaca ayat di atas.
Mengelakkan Bala
Allah juga menjamin bahawa Dia tidak akan mengazabkan insan di dunia ataupun di akhirat kita insan itu benar-benar beristighfar kepadaNya. Hambatan dan ketakutan terhadap dosa dapat dibentengi oleh istighfar yang ikhlas. Inilah janji Allah. Dia Maha Benar janiNya. Firman Allah: (maksudnya)
“Dan Allah tidak sekali-kali akan menyeksa mereka sedang engkau (wahai Muhammad) ada antara mereka; dan Allah tidak akan menyeksa mereka sedang mereka beristighfar” (Surah al-Anfal: 33).
Inilah janji Allah. Dalam ayat ini; kewujudan Nabi s.a.w dan kewujudan istighfar menghalang azab Allah. Adapun Nabi s.a.w baginda sudah tiada dalam kalangan kita, namun istighfar terus ada jika kita mengamalkannya. Wahai jiwa yang dihambat dosa! Beristighfarlah sebanyak-banyaknya nescaya diselamat dari bala dosa. Wahai yang takut ditimpa bala! beristighfarlah.
Ditambah Kekuatan
Gelora hidup kadang-kala amat menakutkan. Ia memukul insan dari sudut yang diduga dan tidak diduga. Jika hanya bergantung kepada kekuatan diri semata, insan akan terkorban dan tidak akan berdaya. Ganasnya lautan hidup hanya dapat dihadapi dengan kekuatan kurniaan Allah. Firman Allah: (maksudnya)
“(Kata Nabi Hud) dan Wahai kaumku! mintalah ampun kepada Tuhan kamu, kemudian taubatlah kepadaNya, supaya ia menghantarkan kepada kamu hujan lebat serta menambahkan kamu kekuatan di samping kekuatan kamu (yang sedia ada)”. (Surah Hud: 52).
Dengan tambahan kekuatan dari Allah dan bantuanNya insan merasai kekuatan dalam menelusuri permusafiran di dunia yang fana ini.
Maka membanyakkan istighfar adalah penawar hidup. Betapa banyak kisah insan-insan yang Allah berikan pelbagai kurnia disebabkan mereka membanyakkan istighfar. Betapa banyak hamba-hamba Allah yang diselamatkan dari pelbagai kesusahan, diberikan ketenteraman jiwa dan pelbagai pertolongan berkat keikhlasan istighfar mereka. Setiap insan yang beristighfar dengan ikhlas sebanyak-banyaknya pada sesuatu hari akan merasai kesyahduan ruhnya. Allah akan membuka ufuk akalnya. Dia akan alami kekudusan jiwa, kesegaran minda dan merasai perdampingan dengan Allah.
Tapi syaratnya, hendaklah istighfar yang ikhlas. Bukan yang hanya ‘berlagu’ dimulut tapi kontang jiwanya dalam mengharapkan keampunan Allah. Syeikh al-Islam Ibn Taimiyyah (w. 728H) menceritakan bahawa bagaimana beliau apabila menghadapi masalah, beliau akan beristighfar sehingga seribu kali atau lebih, di mana sahaja beliau berada; di masjid, di pasar, di pusat pengajian sehinggalah beliau dapati Allah lapangkan dadanya dan tunaikan hajatnya. (lihat: Ibn ‘Abd al-Hadi, al-‘Uqud al-Durriyah, 21. Beirut: Dar al-Kitab al-‘Arabi).
Marilah kita banyakkan istighfar, ia adalah penawar. Istighfar adalah penyembuh derita jiwa seorang hamba. Ia membawa kurnia Allah yang disangka dan tidak disangka. Maka datanglah rezeki, kebahagiaan dan pertolongan. Hiasilah kepahitan hidup dengan istighfar, nescaya kita akan merasai kemanisan dan kelazatan berada di persada alam yang sementara ini.
Sumber artikel :
http://drmaza.com/home/?p=1335