Friday, February 11, 2011

Patutkah Aku Terus Berduka Selamanya?.,



Emm, patutkah aku berduka selamanya? Suatu persoalan yang saya lontarkan, barangkali menjadi tema entry saya kali ini. Pada yang mendengar, yang berfikir, tentu saja masing-masing punya pendapat yang tersendiri. Dan tentu saja, ada sebab, ada peristiwa, ada kenangan di sebalik setiap pendapat itu.


Kebetulan, ada sahabat yang meminta untuk saya mengulas sikit mengenai hal ini. Persoalan dari nya hampir lebih kurang sama, ditambah dengan sedikit harapan agar penulisan ini sedikit sebanyak dapat mengembalikan kepercayaan orang yang dah jatuh berkali-kali kepada manusia sekelilingnya untuk membantu Sebab kebiasaannya orang yang jatuh berkali-kali selalunya tidak dihiraukan. Hanya mampu berusaha sendiri dan berdoa,tawakkal. Itulah sedikit sebanyak harapan dari dirinya.


Siapa saja di dunia ini, dari para Nabi, para sahabat Baginda, tabi’ tabi’en, alim ulama, cendekiawan, para intelek, golongan pemerintah, rakyat biasa, orang berada, orang susah, orang berkeluarga besar, anak yatim-piatu, ibu, bapa, suami, isteri, anak, mentua, menantu, guru, pelajar, diri kita sendiri, dan yag lainnya, pasti pernah ditimpa musibah, diduga dengan ujian, dari Allah s.w.t.


Seperti kebiasaannya, kita hamba yang banyak kurangnya ini, di peringkat awalnya akan terbitlah banyak pergolakan perasaan. Rasa emosi yang terlebih, penolakan dalam penerimaan hakikat, rasa sedih, rasa terluka, kecik hati, terguris perasaan dan pelbagai lagi. Adakala, airmata gugur berderai tanpa henti, hati tidak berhenti mengadu, merintih, dan menyesal. Kehidupan jadi kurang aman, masa depan nampak kelam, diri sendiri pun jadi tidak tenteram.



Firman Allah s.w.t. yang mafhumnya berbunyi :

"Dan janganlah kamu bersikap lemah dan janganlah (pula) kamu bersedih hati padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi(darjatnya) jika kamu orang-orang yang beriman."

(Surah Ali Imran : ayat 139)


Walau diuji, sekali mahupun berkali-kali, simpan dalam fikiran bahawa itulah taqdir yang ditetapkan Allah buat kita. Walau sesusah, sepayah manapun untuk menerima, kena diingat itulah yang terbaik buat diri kita. Perencanaan Allah takkan sekali-kali silap, takkan sekali-kali akan menzalimi hambanya. Sedangkan kitalah yang sering menzalimi diri kita dengan tangan-tangan kita sendiri.


Hakikat perlu diterima, buat kebaikan diri kita dan yang lain. Apa jua bentuk ujian yang menimpa kita, dan sedalam mana kesannya pada diri kita, jangan jadikan ianya sebagai alasan terbantutnya usaha kita untuk maju di masa depan. Sebaliknya, ambillah iktibar, jadikanlah tauladan dari apa yang terjadi, moga ia menjadi penyuntik semangat untuk kita lebih kuat, lebih tabah untuk menghadapi hari-hari yang mendatang.


“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.”

(Surah Ar-Ra’d : ayat 11)


Apapun jua, semuanya berbalik pada diri kita. Mahu berubah? Mahu mendapatkan yang terbaik? Semuanya harus bermula dengan diri kita sendiri. Azam perlu ditanam, iltizam perlu dipertingkat, do’a perlu dilazimi, istiqamah perlu seiring, dan akhirnya serahkan segalanya pada Dia yang Maha Kuasa. InshaAllah, Dia senantiasa bersama-sama mereka yang sabar, dan tekun dalam pekerjaannya. Bukanlah Allah timpakan kita dengan ujian untuk menghancurkan semangat kita, membuat kita putus asa, tapi semata-mata kerana itulah cara Dia mentarbiyah atau mengajar kita, supaya kita akan lebih tersedia, lebih sempurna untuk maju ke depan. Saat Allah menguji kita, ingatlah itu cara atau bukti Dia kasih akan kita.



“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.”

(Surah Al Baqarah : ayat 186)


Akhir sekali, ALLAH senantiasa ada untuk kita.,




3 comments:

huda omar said...

Allah Maha Mengetahui setiap yang terbaek untuk hambanya~ =)

AizatZainudin said...

Betul. Kita sebagai perlu terus berusaha, terus berharap, pasti dan pasti ada perencanaan hebat dari-Nya kelak. inshaAllah.,

RusminaMin said...

Allah Maha Mengetahui apa yang terbaik untuk hambaNya. kesabaran kunci kejayaan. smg kita dirahmati. Amin

Related Posts with Thumbnails